Kamis, 06 Januari 2011
Konsep Dasar dan Prinsip Akuntansi
Menurut Zaki Baridwan (1997 : 9) menyatakan bahwa konsep dasar yang mendasari prinsip akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Prinsip biaya historis (Historical Cost Principle).
2. Prinsip pengakuan pendapatan (Revenue Recognition Principle).
3. Prinsip mempertemukan (Matching Principle).
4. Prinsip konsistensi (Consistency Principle).
5. Prinsip pengungkapan lengkap (Full Disclousure Principle).
Prinsip Akuntansi
Prinsip akuntansi merupakan dasar atau petunjuk bagi mereka yang melakukan praktek atau kegiatan di bidang akuntansi, sehingga wajib ditaati khususnya dalam hal proses penyusunan laporan keuangan. Prinsip akuntansi dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana data sumber-sumber dan kewajiban ekonomi dicatat sebagai harta dan kewajiban, bagaimana cara mencatatnya, kapan perubahan tersebut dicatat, serta bagaimana mengukurnya dan informasi apa saja yang diungkapkan dan bagaimana cara mengungkapkannya.
Menurut Niswonger dan Fess (1996 : 349-353) prinsip-prinsip akuntansi yang paling penting dan secara luas digunakan adalah sebagai berikut :
1. Kesatuan usaha (Bussines entity).
2. Perusahaan berjalan (Going Concern).
3. Bukti yang obyektif (Objective evidence).
4. Unit pengukuran (unit of measurement).
5. Periode akuntansi (Accounting Period).
6. Penandingan pendapatan dengan beban (Matching Revenue and expired Cost).
7. Konsistensi (Consistency).
8. Materialitas (Materiality).
9. Konsevatisme (Consevatisme).
Ikatan Akuntansi Indonesia (1984 : 16) menjabarkan tentang prinsip akuntansi sebagai berikut :
Prinsip Akuntansi Indonesia merupakan himpunan prinsip, prosedur, metode dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar seperti : pemegang saham, kreditur, fiskus, dan sebagainya.
Prinsip akuntansi memegang peranan yang penting terutama dalam pelaksanaan fungsi akuntansi sebagai penyedia akuntansi keuangan suatu perusahaan, sehingga dengan menggunakan prinsip dan konsep akuntansi maka pencatatan dan penilaian harta, hutang, modal, penghasilan dan biaya-biaya yang terjadi benar-benar mencerminkan kelayakan.
Arti dan Peranan Standar Akuntansi
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati bagi mereka yang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Tetapi perlu diingat bahwa Standar Akuntansi Keuangan sebagai suatu pedoman yang diikuti kebiasaan tentulah bukan merupakan pedoman yang sifatnya universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan tempat. Standar Akuntansi Keuangan dalam perkembangannnya tidak rterlepas dari pengaruh faktor-faktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang akuntansi, perkembangan politik dan ekonomi, peraturan pemerintah dan faktor-faktor lainnya.
Dengan demikian, maka yang perlu diketahui dari Standar Akuntansi tersebut adalah pedoman dan petunjuk apakah yang dapat diberikan oleh Standar Akuntansi tersebut? Standar Akuntansi dapat memberikan petunjuk tentang bagaimanakah caranya sumber-sumber ekonomi yang ditimbulkannya dicatat sebagai “harta” dan “kewajiban”. Jika terjadi perubahan atas harta dan kewajiban itu bagaimanakah cara mencatatnya, kapan perubahan tersebut dicatat serta bagaimanakah cara mengukurnya, informasi apa saja yang perlu diungkapkan dan bagaimana cara mengungkapkannya dan sebagainya.
Pedoman serta petunjuk ini dapat kita jumpai dalam buku “Standar Akuntansi Keuangan”, yang diterbitkan oleh ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
International Accounting Standards Committee (IASC) dalam Standar Akuntansi Keuangan ini menjelaskan bahwa :
“. . . Accounting Standards and procedures relating to the preparation and presentation of financial statements. It believes that further harmonisation can best best be pursued by focusing on finacial statements that are prepared for the purpose of providing information that is useful in making economic decisions”.
Bidang Akuntansi
b. Akuntansi manajemen (manajemen accounting) yaitu akuntansi yang bertujuan untuk membantu manajemen dalam perencanaan maupun pengendalian perusahaan.
c. Akuntansi biaya(cost accounting) yaitu bidang akuntansi yang menekankan perhitungan harga pokok barang dan jasa yang diproduksi suatu perusahaan. Selain itu juga untuk pengendalian biaya.
d. Akuntansi pemeriksaan (auditing) yaitu bidang akuntansi yang tujuan utamanya untuk memeriksa laporan keuangan yang disajikan akuntansi keuangan apakah sudah layak atau belum.
e. Akuntansi perpajakan(tax accounting) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
f. System akuntansi (accounting system) yaitu akunansi yang tujuan utamanya untuk merancang dan melaksanakan system akuntansi yang baik di lingkungan perusahaan.
g. Akuntansi penganggaran (budgetary accounting) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya untuk menyusun anggaran (beban dan pendapatan) perusahaan.
h. Akuntansi social (social accounting) yaitu akuntansi yang tujuan utamanya menyajikan informasi keuangan tentang manfaat dan biaya yang ditimbulkan perusahaan terhadap lingkunahn social.
i. Akuntansi pendidikan(education accounting) yaitu bidang akuntansi yang khusus berkecimpung dalam bidang pendidikan dan penelitian..
Lebih lanjut tentang: Bidang akuntansi
AKUNTANSI MANAJEMEN (Management Accounting)
Akuntansi BIAYA PENUH (Full accounting information)
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
- Pengumpulan biaya produksi didasarkan atas pesanan.
- Perhitungan harga pokok produksi persatuan dilakukan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit pesanan yang bersangkutan, yang dihitung setelah pesanan tersebut selesai diproduksi.
- Penggolongan biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dan tidak langsung.
Biaya produksi langsung dibebankan kepada produk berdasarkan “biaya yang sesungguhnya terjadi”. Sedangkan biaya tidak langsung dibebankan kepada produk “berdasarkan tariff yang ditentukan di muka.
- Biaya Overhead Pabrik terdiri dari : Biaya Bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi lain-lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. BOP termasuk biaya produksi tidak langsung.
Perhitungan Harga pokok menurut Metode Full Costing
Biaya bahan baku Rp. xx
Biaya tenaga kerja langsung Rp. xx
Biaya overhead pabrik :
Variable Rp. xx
Tetap Rp. xx (+)
Harga pokok produk ……….. Rp. xx
Perhitungan Harga pokok menurut Metode Variabel Costing
Biaya bahan baku Rp. xx
Biaya tenaga kerja langsung Rp. xx
Biaya overhead variabel Rp. xx (+)
Harga pokok produk Rp. xx
Perbedaan kedua metode perhitungan tersebut di atas, terletak pada perlakuan terhadap Biaya Overhead Pabrik yang bersifat tetap, dimana pada metode full costing diperhitungkan sebagai harga pokok, sedang pada variable costing tidak diperhitungkan.
Alasannya adalah : BOP tetap tidak melekat pada persediaan produk yang belum laku dijual, oleh karena itu diperhitungkan sebagai “Biaya Periodik” yang akan dibebankan sebagai biaya pada periode terjadinya BOP tetap tersebut.
Lebih lanjut tentang: Akuntansi BIAYA PENUH (Full accounting information)
Program MYOB ACCOUNTING PLUS VERSI 13
Asli, aku bingung sama sekali, setengah mati aku panik, pikirku bagaimana aku dapat menyusun laporan keuangan dari awal tahun sampai akhir tahun sedangkan data-data dan bukti dari bulan Januari 2007 aku tidak tahu keberadaannya, jangankan laporan keuangan seperti laporan penjualan, pembelian, laporan Bank, uang masuk dan keluar, laporan rugi laba, dapat aku buat, laporan kas aku bingung setengah mati.
Usut-usut kebingunganku, akhirnya kutemukan buku program akutansi di toko buku Gramedia, yang mana didalam buku tersebut mengatakan laporan keuangan semudah mengklik maouse, wah .... asli mataku langsung terbelalak, melotot tanpa kedip..... mungkinkah ini juru selamatku.... ha ... ha.... ha
Aku menemukan program Myob Accounting Plus Versi 13 yang mana program tersebut merupakan aplikasi akutansi terpadu yang memadukan beberapa modul, dengan fasilitas lengkap, fleksibel dan mudah menggunakan sehingga menghasilkan laporan keuangan dengan cepat dan akurat.
Tidak perlu khursus deh untuk mempelajari Myob, buku karangan Ali Mahmudi, dimana buku tersebut menyajikan dengan rapih dan tersusun sehingga kita yang orang awam dapat dengan cepat menyerap dan mengerti mempelajari Myob Accounting Plus Versi 13.
Aku secara pelan-pelan mengikuti langkah-langkah penyusunan laporan akutansi dengan menggunakan Myob Accounting Plus Versi 13 karangan Ali Mahmudi dan sampai akhirnya aku dapat menyusun laporan keuangan dengan cepat tanpa buku panduan, sehingga pekerjaanku tak terbengkalai.
Mempelajari buku karangan Ali mahmudi dengan bukunya yang berjudul "Laporan Keuangan semudah mengklik Mouse Myob Accounting Plus Versi 13 tidak memakan waktu berbulan-bulan. dan kita akan tenang karena setiap bulan laporan keuangan kita akan rapi dan tentunya mudah menyusun laporan keuangan untuk pajak
Lebih lanjut tentang: Program MYOB ACCOUNTING PLUS VERSI 13
Sejarah Akuntansi
Pada tahun 1494(abad ke 15) seorang ahli matematika dari Italia bernama Lucas Paciolo memulai sejarah pencatatan yang lebih sistematis dan teratur. Gagasan pencatatan yang sistematis dan teratur ini tertuang dalam buku yang berjudul “Summa de Arithmatica Proportioni et Proportionalita”. Di dalam buku ini ia selalu mencatat bahwa ada dua sisi atau lebih yang dipengaruhi oleh suatu trasaksi. Satu sisi disebut debit dan satu sisi lain disebut kredit. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Latin debere dan credere yang artinya masaing-masing berutang dan percaya/mempercayai. Karena gagasannya tersebut kemudian Lucas Paciolo diangkat sebagai bapak Akuntansi.
Dengan buku tersebut akhirnya para ahli mengembangkan idenya sehingga lahirlah tata buku (bookkeeping) dan ini berkembang dengan pesat di daratan Eropa dan akhirnya disebut dengan system Kontinental. Tata buku pada awalnya hanya satu yaitu tata buku tunggal, karena kebutuhan yang makin kompleks maka lahirlah tata buku berpasangan. Tata buku berpasangan ini tidak hanya berkembang di Eropa tapi sampai di Amerika. Perkembangan system Amerika tersebut dikatakan sebagai system Anglo Saxon yang sering kita sebut dengan acconting atau akuntansi.
Akuntansi
Akuntansi sendiri adalah merupakan suatu proses yang mengidentifikasi data keuangan, pencatatan, dan sebagai hasil akhirnya, laporan keuangan. Ada sedikit perbedaan antara akuntansi dan pembukuan. Pembukuan adalah sebenarnya bagian dari akuntansi yaitu proses pencatatannya saja. Sedangkan akuntansi mencakup juga identifikasi dan komunikasi.
Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Termasuk didalamnya adalah
laporan rugi/laba, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas (lihat contoh). Rugi/laba digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kinerja keuangan perusahaan, sedangkan neraca mengidentifikasi posisi keuangan perusahaan. Posisi keuangan dalam hal ini adalah posisi harta, hutang, dan modal. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak tertentu yang menyangkut posisi, kinerja, dan perubahan posisi keuangan sehingga bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi/bisnis.
Indonesia, seperti banyak negara lain, perekonomiannya didominasi oleh perusahaan menengah dan kecil yang masih belum terlalu menyadari sepenuhnya kegunaan akuntansi. Secara garis besar, sebuah toko dapat menentukan keadaan keuangannya. Jika menguntungkan, stok barang akan bertambah banyak dan sebaliknya. Tetapi jika ada yang bertanya berapa keuntungan sebenarnya, mereka tidak dapat mengetahuinya.
Keadaan seperti ini banyak sekali dijumpai di mana-mana, tidak hanya di Indonesia. Jika
memang ada diterapkan suatu sistem akuntansi, biasanya hanyalah untuk sebuah formalitas.
Sebenarnya, apakah bisnis semacam ini membutuhkan akuntansi? Jawabannya sebenarnya
adalah tidak selalu. Tergantung dari cost dan benefitnya. Secara garis besar, kegunaan akuntansi adalah:
pemilik dapat melihat keuntungan perusahaan secara pasti
pengontrolan biaya yang lebih mudah
pemantauan aset-aset perusahaan
likwiditas dan solvabilitas yang pasti
prediksi keuangan
CV
Yth. Manager HRD
PT. Dream Sentosa Indonesia
In
Falkirk
The undersigned below:
Name: Andie FIRMANSYAH
Gender: Male
Place / date. Born: Jakarta, 8 October 1988
Education: High School (IPA)
Status: Not Marriage
Address: Housing BTN Pondok Bambu Kuning
Block B-2 No. 9, Bogor Bojonggede 16 230 Mobile: 08561741234
With this I request to Mr / Ms, for willingly would I be accepted at the company that Mr / Mrs lead.
For your consideration Mr / Mrs, I enclose herewith:
Copy of Identity Card (KTP)
A copy of diploma elementary, junior high and high school
Curriculum Vitae
Copy of Certificate of Police Notes (SKCK)
Copy of Health Certificate of Doctor
Copy of Certificate Computers
Photograph 4x6 (2 sheets)
So I relayed this request, for your attention and consideration of Mr / Mrs advance I thank you.
I Sincerely,
Andi Firman
LIVING HISTORY LIST
The undersigned below:
Full Name: Andie FIRMANSYAH
Gender: Male
Place / date. Born: Jakarta, 8 October 1988
Education: High School (IPA)
Status: Not Marriage
Address: Housing BTN Pondok Bambu Kuning
Block B-2 No. 9, Bogor Bojonggede 16 230 Mobile: 08561741234
Explain with real:
I. FORMAL EDUCATION
1. Graduates of public elementary school in 2001 Rawamangun, 2000
2. High School Graduates First State 44 Jakarta, in 2003
3. High school graduate Muhammadiyah Jakarta, in 2006
II. COURSES (EDUCATION NON FORMAL)
Ms. Computer Course. Office (Windows, Word & Excel), in 2005
So this curriculum vitae, is made with truth.
Bogor, 24 September 2010
What makes,
Andi Firmansyah
Kamis, 23 September 2010
CV
Yth. Manager HRD
PT. Dream Sentosa Indonesia
Di
Karawang
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234
Dengan ini Saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar sudi kiranya Saya dapat diterima pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan:
Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Foto copy Ijazah SD, SMP dan SMA
Daftar Riwayat Hidup
Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Foto copy Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
Foto copy Sertifikat Komputer
Pas foto 4x6 (2 lembar)
Demikian permohonan ini Saya sampaikan, atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu terlebih dahulu Saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Andika Firmansyah
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lengkap : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234
Menerangkan dengan sesungguhnya:
I. PENDIDIKAN FORMAL
1. Tamatan Sekolah Dasar Negeri 01 Rawamangun, tahun 2000
2. Tamatan Sekolah Menengah Pertama Negeri 44 Jakarta, tahun 2003
3. Tamatan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Jakarta, tahun 2006
II. KURSUS (PENDIDIKAN NON FORMAL)
Kursus Komputer Ms. Office (Windows, Word & Excel), pada tahun 2005
Demikian daftar riwayat hidup ini, di buat dengan sebenar-benarnya.
Bogor, 24 September 2010
Yang membuat,
Andika Firmansyah
Kepada Bogor,
Yth. Manager HRD
Di
Karawang
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 Oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234
Dengan ini Saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar sudi kiranya Saya dapat diterima pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan:
Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Foto copy Ijazah terakhir
Daftar Riwayat Hidup
Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
Foto copy Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
Foto copy Sertifikat Komputer
Pas foto 4x6 (2 lembar)
Demikian permohonan ini Saya sampaikan, atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu terlebih dahulu Saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Andika Firmansyah
Rabu, 07 April 2010
METODE PENELITIAN SEJARAHa (METODE SEJARAH)
Metode penelitian sejarah adalah metode atau cara yang digunakan
sebagai pedoman dalam melakukan penelitian peristiwa sejarah dan
permasalahannya. Dengan kata lain, metode penelitian sejarah adalah
instrumen untuk merekonstruksi peristiwa sejarah (history as past actuality)
menjadi sejarah sebagai kisah (history as written). Dalam ruang lingkup Ilmu
Sejarah, metode penelitian itu disebut metode sejarah.
Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian, pada prinsipnya
bertujuan untuk menjawab enam pertanyaan (5 W dan 1 H) yang merupakan
elemen dasar penulisan sejarah, yaitu what (apa), when (kapan), where
(dimana), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana). Pertanyaan-
pertanyaan itu konkretnya adalah: Apa (peristiwa apa) yang terjadi? Kapan
terjadinya? Di mana terjadinya? Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?
Mengapa peristiwa itu terjadi? Bagaimana proses terjadinya peristiwa itu?
a Materi penyuluhan dalam "Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan;
Penulisan Karya Ilmiah dan Perekaman Data" tanggal 12-14 Februari 2008 yang
diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Badan Pengembangan
Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, kerjasama
dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung.
Dalam proses penulisan sejarah sebagai kisah, pertanyaan-pertanyaan
dasar itu dikembangkan sesuai dengan permasalahan yang perlu diungkap dan
dibahas. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang harus menjadi
sasaran penelitian sejarah, karena penulisan sejarah dituntut untuk
menghasilkan eksplanasi (kejelasan) mengenai signifikansi (arti penting) dan
makna peristiwa.
II. PROSES PENELITIAN SEJARAH
2.1 Pemilihan Topik Penelitian
Suatu penelitian ilmiah tentu berawal dari pemilihan topik yang akan
diteliti. Dalam bidang sejarah, topik penelitian harus memenuhi beberapa
persyaratan.
a) Topik itu harus menarik (interesting topic), dalam arti menarik sebagai
obyek penelitian. Dalam hal ini termasuk adanya keunikan (uniqueness
topic).
b) Substansi masalah dalam topik harus memiliki arti penting (significant
topic), baik bagi ilmu pengetahuan maupun bagi kegunaan tertentu.
c) Masalah yang tercakup dalam topik memungkinkan untuk diteliti
(manageable topic). Persyaratan ini berkaitan dengan sumber, yaitu
sumber-sumbernya dapat diperoleh.
Meskipun topik sangat menarik dan memiliki arti penting, namun bila
sumber-sumbernya, khususnya sumber utama tidak diperoleh, masalah dalam
topik tidak akan dapat diteliti. Oleh karena itu calon peneliti harus memiliki
wawasan luas mengenai sumber, khususnya sumber tertulis.
2.2 Studi Pendahuluan
Setelah topik penelitian ditentukan, segera lakukan studi pendahuluan.
Cari sumber-sumber acuan utama, yaitu sumber-sumber yang diduga memuat
data atau informasi yang relevan dengan topik penelitian. Dengan menelaah
sumber-sumber acuan utama secara efektif, peneliti akan dapat memahami
ruang lingkung penelitian, baik ruang lingkup masalah maupun ruang lingkup
temporal (waktu) dan spasial (tempat/wilayah) obyek penelitian.
Ruang lingkup penelitian itu kemudian dituangkan dalam rencana
kerangka tulisan (laporan penelitian). Sementara itu, telaah pula
bibliografi/daftar pustaka pada setiap sumber acuan utama yang berupa buku
ilmiah. Hal itu dimaksudkan untuk mendapat tambahan informasi sumber-
sumber yang diduga memuat data tentang masalah yang akan diteliti. Catat
identitas sumber-sumber itu menjadi bibliografi kerja.
2.3 Implementasi Penelitian
Penelitian sejarah yang pada dasarnya adalah penelitian terhadap
sumber-sumber sejarah, merupakan implementasi dari tahapan kegiatan yang
tercakup dalam metode sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi. Tahapan kegiatan yang disebut terakhir sebenarnya bukan
kegiatan penelitian, melainkan kegiatan penulisan sejarah (penulisan hasil
penelitian).
2.3.1 Heuristik
Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber yang
diperlukan. Berhasil-tidaknya pencarian sumber, pada dasarnya tergantung dari
wawasan peneliti mengenai sumber yang diperlukan dan keterampilan teknis
penelusuran sumber. Berdasarkan bentuk penyajiannya, sumber-sumber sejarah
terdiri atas arsip, dokumen, buku, majalah/jurnal, surat kabar, dan lain-lain.
Berdasarkan sifatnya, sumber sejarah terdiri atas sumber primer dan sumber
sekunder. Sumber primer adalah sumber yang waktu pembuatannya tidak jauh
dari waktu peristiwa terjadi. Sumber sekunder adalah sumber yang waktu
pembuatannya jauh dari waktu terjadinya peristiwa. Peneliti harus mengetahui
benar, mana sumber primer dan mana sumber sekunder. Dalam pencarian
sumber sejarah, sumber primer harus ditemukan, karena penulisan sejarah
ilmiah tidak ukup hanya menggunakan sumber sekunder.
Agar pencarian sumber berlangsung secara efektif, dua unsur
penunjang heuristik harus diperhatikan.
a) Pencarian sumber harus berpedoman pada bibliografi kerja dan kerangka
tulisan. Dengan memperhatikan permasalahan-permasalahan yang tersirat
dalam kerangka tulisan (bab dan subbab), peneliti akan mengetahui sumber-
sumber yang belum ditemukan.
b) Dalam mencari sumber di perpustakaan, peneliti wajib memahami sistem
katalog perpustakaan yang bersangkutan.
2.3.2 Kritik Sumber
Sumber untuk penulisan sejarah ilmiah bukan sembarang sumber, tetapi
sumber-sumber itu terlebih dahulu harus dinilai melalui kritik ekstern dan
kritik intern. Kritik ekstern menilai, apakah sumber itu benar-benar sumber
yang diperlukan? Apakah sumber itu asli, turunan, atau palsu? Dengan kata
lain, kritik ekstern menilai keakuratan sumber. Kritik intern menilai kredibilitas
data dalam sumber.
Tujuan utama kritik sumber adalah untuk menyeleksi data, sehingga
diperoleh fakta. Setiap data sebaiknya dicatat dalam lembaran lepas (sistem
kartu), agar memudahkan pengklasifikasiannya berdasarkan kerangka tulisan.
2.3.3 Interpretasi
Setelah fakta untuk mengungkap dan membahas masalah yang diteliti
cukup memadai, kemudian dilakukan interpretasi, yaitu penafsiran akan makna
fakta dan hubungan antara satu fakta dengan fakta lain. Penafsiran atas fakta
harus dilandasi oleh sikap obyektif. Kalaupun dalam hal tertentu bersikap
subyektif, harus subyektif rasional, jangan subyektif emosional. Rekonstruksi
peristiwa sejarah harus menghasilkan sejarah yang benar atau mendekati
kebenaran.
2.3.4 Historiografi
Kegiatan terakhir dari penelitian sejarah (metode sejarah) adalah
merangkaikan fakta berikut maknanya secara kronologis/diakronis dan
sistematis, menjadi tulisan sejarah sebagai kisah. Kedua sifat uraian itu harus
benar-benar tampak, karena kedua hal itu merupakan bagian dari ciri karya
sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu.
kedua hal tersebut, penulisan sejarah, khususnya sejarah yang
bersifat ilmiah, juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan karya
ilmiah umumnya.
a) Bahasa yang digunakan harus bahasa yang baik dan benar menurut kaidah
bahasa yang bersangkutan. Kaya ilmiah dituntut untuk menggunakan
kalimat efektif.
b) Merperhatikan konsistensi, antara lain dalam penempatan tanda baca,
penggunaan istilah, dan penujukan sumber.
c) Istilah dan kata-kata tertentu harus digunakan sesuai dengan konteks
permasalahannya.
d) Format penulisan harus sesuai dengan kaidah atau pedoman yang berlaku,
termasuk format penulisan bibliografi/daftar pustaka/daftar sumber.
Kaidah-kaidah tersebut harus benar-benar dipahami dan diterapkan,
karena kualitas karya ilmiah bukan hanya terletak pada masalah yang dibahas,
tetapi ditunjukkan pula oleh format penyajiannya.
III. PENUTUP
Penelitian sejarah harus dilandasi atau berpedoman pada kaidah-kaidah
metode sejarah. Jika tidak, penelitian itu hanya akan menghasilkan tulisan
sejarah semi ilmiah atau bahkan sejarah populer. Oleh karena itu calon peneliti
sejarah harus memahami kaidah-kaidah metode sejarah dan mampu
mengimplementasikannya, agar penelitian itu menghasilkan karya sejarah
ilmiah.
Penulisan sejarah ilmiah dituntut untuk menghasilkan eksplanasi
mengenai permasalahan yang dibahas. Eksplanasi itu diperoleh melalui
analisis. Untuk mempertajam analisis, dalam proses penulisan sejarah, aplikasi
metode dan teori sejarah perlu ditunjang oleh teori dan/atau konsep ilmu-ilmu
sosial yang relevan (sosiologi, antropologi, ekonomi, politik, dll.). Dengan kata
lain, penulisan sejarah yang dituntut memberikan eksplanasi mengenai masalah
yang dibahas, perlu dilakukan secara interdisipliner dengan menggunakan
pendekatan multidimensional (multidimensional approach). Hal itu sesuai
dengan ciri-ciri dan karakteristik sejarah sebagai ilmu.
Oleh karena itu, penelitian sejarah dan hasilnya dapat membantu
penelitian dan pengembangan kebudayaan. Sejarah mengkaji aspek-aspek
kehidupan manusia di masa lampau, termasuk kebudayaan.
Bandung, 11 Februari 2008
SUMBER ACUAN
Amirin, Tatang M. 1995.
Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Arikunto, Suharsimi. 1983.
Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.
Basri MS. 2006.
Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktik).
Jakarta: Restu Agung.
Committee on Historigraphy. c. 1954.
The Social Sciences in Historical Study. New York: Social Science
Research Council.
Gardiner, Patrick. 1961.
The Nature of Historical Explanation. London: Oxford University
Press.
Gottschalk, Louis. 1985.
Mengerti Sejarah. Cet. 4. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI
Press.
Hardjasaputra, A. Sobana dan Nina Herlina Lubis. 1999.
Pedoman Penulisan dan Evaluasi Skripsi. Jatinangor: Program Studi
Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Hardjasaputra, A. Sobana. 2004.
Penelitian dan Penulisan Sejarah; Materi Kuliah. Jatinangor: Jurusan
Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unpad.
Jay, Ros. 2000.
Menulis Proposal & Laporan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Kartodirdjo, Sartono. 1982.
Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia; Suatu
Alternatif. Jakarta: Gramedia.
--------. 1993.
Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Komaruddin. 1974.
Metode Penulisan Skripsi dan Tesis. Bandung: Angkasa.
Kuntowijoyo. 2001
Pengantar Ilmu Sejarah. Cet. ke-4.Yogyakarta: Yayasan Bentang
Budaya.
Notosusanto, Nugroho. 1978.
Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer (Suatu Pengalaman).
Jakarta: Yayasan Idayu.
Sastrohoetomo, Ali. 1977.
Karangan Ilmiah; Suatu Penuntun Menulis Laporan dan Skripsi.
Jakarta: Pradnya Paramita.
Kent, Sherman. 1967.
Writing History. 2nd edition. New York: Appleton-Century-Crofts.
Komaruddin. 1974.
Metode Penulisan Skripsi dan Tesis. Bandung: Angkasa.
Kuntowijoyo. 1995.
Pengantar Ilmu Sejarah. Yoyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Renier, G.J. 1997.
Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Terj. Muin Umar. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar. (Judul asli: History its Purpose and Method).
Tan, Mely G. 1977.
“Masalah Perencanaan Penelitian” dalam Koentjaraningrat ed.).
Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia : 24-60.
Thomson, David. 1974.
The Aims of History; Values of the Historical Attitude. London: Thames
and Hudson.
Winardi. 1982.
Pengantar Metodologi Research. Bandung: Alumni.
KATA PENGANTAR
Tulisan ini dimaksudkan sebagai materi penyuluhan dalam acara
“Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan; Penulisan Karya
Ilmiah dan Perekaman Data”, sesuai dengan permintaan panitia penyelenggara
acara tersebut. Penelitian kebudayaan memang perlu ditunjang oleh metode
penelitian sejarah, karena kebudayaan merupakan bagian dari sejarah.
Berbicara mengenai Metode Penelitian Sejarah sesungguhnya
memerlukan waktu cukup memadai. Akan tetapi, karena waktu yang tersedia
sangat pendek, maka dalam acara tersebut penjelasan mengenai Metode
Penelitian Sejarah hanya diuraikan secara garis besar. Namun demikian,
mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi para peserta workshop khususnya
dan pembaca pada umumnya.
Bandung, Februari 2008
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
ii
I. PENDAHULUAN
1
II. PROSES PENELITIAN SEJARAH
2.1 Pemilihan Topik Penelitian
3
2.2 Studi Pendahuluan
3
2.3 Implementasi Penelitian
4
2.3.1 Heuristik
5
2.3.2 Kritik Sumber
6
2.3.3 Interpretasi
6
2.3.4 Historiografi
7
III. PENUTUP
8
SUMBER ACUAN
Rabu, 18 November 2009
ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA
Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun 1998, maka Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2004 telah meluncurkan API sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan Indonesia ke depan. Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003, dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.
Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API. Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta pengembangan UMKM.
“PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PENGATURAN PERBANKAN”
"Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan serta memenuhi standar pengaturan yang mengacu pada international best practices. Program tersebut dapat dicapai dengan penyempurnaan proses penyusunan kebijakan perbankan serta penerapan 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan Bank Indonesia telah sejajar dengan negara-negara lain dalam penerapan international best practices termasuk 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision. Dari sisi proses penyusunan kebijakan perbankan diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan Bank Indonesia telah memiliki sistem penyusunan kebijakan perbankan yang efektif yang telah melibatkan pihak-pihak terkait dalam proses penyusunannya.
:: Tahapan Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan
No Kegiatan (Pilar II) Periode Pelaksanaan
1. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankan
a. Melibatkan pihak III dalam setiap pembuatan kebijakan perbankan 2004
b. Membentuk panel ahli perbankan 2004
c. Memfasilitasi pembentukan lembaga riset perbankan di daerah tertentu maupun pusat 2006
2. Implementasi secara bertahap international best practices
a. 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision 2004-2013
b. Basel II Mulai 2008
c. Islamic Financial Service Board (IFSB) bagi bank syariah 2005-2011
“PROGRAM PENINGKATAN FUNGSI PENGAWASAN”
"Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan independensi dan efektivitas pengawasan perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hal ini dicapai dengan peningkatkan kompetensi pemeriksa bank, peningkatan koordinasi antar lembaga pengawas, pengembangan pengawasan berbasis risiko, peningkatkan efektivitas enforcement, dan konsolidasi organisasi sektor perbankan di Bank Indonesia. Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas di negara lain.
:: Tahapan Program Peningkatan Fungsi Pengawasan
No Kegiatan (Pilar III) Periode Pelaksanaan
1 Meningkatkan koordinasi dengan lembaga pengawas lain
a. Membuat MoU dengan lembaga pengawas lembaga keuangan lain dalam rangka peningkatan efektifitas pelaksanaan pengawasan bank dan pemantauan SSK. 2004-2006
2 Melakukan reorganisasi sector perbankan di Bank Indonesia
a. Menyempurnakan High Level Organization Structure (HLOS) Sektor Perbankan Bank Indonesia 2004-2006
b. Mengkonsolidasikan satker pengawasan dan pemeriksaan termasuk
pembentukan Pooling Spesialist 2004-2006
c. Mengkonsolidasikan Direktorat Pengawasan BPR dan Biro Kredit di Bank
Indonesia termasuk mengalihkan fungsi:
• Penelitian dan pengembangan UMKM dari Biro Kredit ke Unit Khusus Pengelolaan Aset
• Pemeriksaan kredit dari Biro Kredit ke Direktorat Pengawasan Bank Umum 2006-2007
d. Menyempurnakan organisasi Direktorat Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat (DPBPR) untuk mengakomodasi pengalihan fungsi penjaminan BPR ke Lembaga Penjamin Simpanan serta pemindahan fungsi perizinan BPR baru dan fungsi penelitian dan pengaturan ke satuan kerja lain di Bank Indonesia 2005-2006
e. Menyempurnakan organisasi Direktorat Perbankan Syariah 2005-2006
3 Menyempurnakan Infrastruktur Pendukung Pengawasan Bank
a. Meningkatkan kompetensi pengawas bank umum dan BPR baik konvensional maupun syariah antara lain melalui program sertifikasi dan attachment di lembaga pengawas internasional 2004-2005
b. Penyiapan SDM Pengawas Spesialis 2006-2007
c. Menyempurnakan IT pengawasan bank 2005-2006
d. Menyempurnakan sistem pelaporan BPR 2005-2007
e. Menyempurnakan manajemen dokumen pengawasan bank 2005-2006
4 Menyempurnakan implementasi sistem pengawasan berbasis risiko
Menyempurnakan pedoman dan alat bantu pengawasan dalam mendukung implementasi pengawasan berbasis risiko bank umum konvensional dan syariah 2004-2005
5 Meningkatkan efektivitas enforcement
a. Menyempurnakan proses investigasi kejahatan perbankan 2004-2005
b. Meningkatkan transparansi pengawasan dalam mendukung efektifitas enforcement 2006
c. Meningkatkan perlindungan hukum bagi pengawas bank 2006
PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN DAN OPERASIONAL PERBANKAN
"Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan good corporate governance (GCG), kualitas manajemen resiko dan kemampuan operasional manajemen. Semakin tingginya standar GCG dengan didukung oleh kemampuan operasional (termasuk manajemen risiko) yang handal diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perbankan. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan kondisi internal perbankan nasional menjadi semakin kuat.
:: Tahapan Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan
No Kegiatan (Pilar IV) Periode Pelaksanaan
1 Meningkatkan Good Corporate Governance
a. Menetapkan minimum standar GCG untuk bank umum konvensional dan syariah 2004-2007
b. Mewajibkan bank untuk melakukan self-assessment pelaksanaan GCG 2007
c. Mendorong bank-bank untuk go public 2004-2007
2 Meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan
a. Mempersyaratkan sertifikasi manajer risiko bank umum konvensional dan syariah 2004-2007
b. Meningkatkan kualitas dan standar SDM BPR dan BPRS antara lain melalui program sertifikasi profesional bagi pengurus BPR dan BPRS 2005-2008
3 Meningkatkan kemampuan operasional bank
a. Mendorong bank-bank untuk melakukan sharing penggunaan fasilitas operasional guna menekan biaya 2006-2008
b. Memfasilitasi kebutuhan pendidikan dalam rangka peningkatan operasional bank 2006-2008
“PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERBANKAN”
"Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat"
Program ini bertujuan untuk mengembangkan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti credit bureau, lembaga pemeringkat kredit domestik, dan pengembangan skim penjaminan kredit. Pengembangan credit bureau akan membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya. Penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam publicly-traded debt yang dimiliki bank akan meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen keuangan perbankan. Sedangkan pengembangan skim penjaminan kredit akan meningkatkan akses kredit bagi masyarakat. Dalam waktu tiga tahun ke depan diharapkan telah tersedia infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi.
:: Tahapan Program Pengembangan Infrastruktur Perbankan
No. Kegiatan (Pilar V) Periode Pelaksanaan
1. Mengembangkan Credit Bureau
a. Melakukan inisiatif pembentukan credit bureau
b. Mengembangkan Sistem Informasi Debitur untuk Lembaga Keuangan Non Bank 2004-2005
2006-2008
2. Mendorong pengembangan pasar keuangan syariah (Islamic Financial Market)
a. Menyusun dan menyempurnakan peraturan pasar keuangan syariah
b. Menyusun peraturan yang berkaitan dengan instrument pasar keuangan syariah 2006-2010
3. Peningkatan peran lembaga fatwa syariah dan lembaga arbitrase syariah sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan bank syariah terhadap prinsip-prinsip syariah 2004-2010
“PROGRAM PENINGKATAN PERLINDUNGAN NASABAH”
"Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan"
Program ini bertujuan untuk memberdayakan nasabah melalui penetapan standar penyusunan mekanisme pengaduan nasabah, pendirian lembaga mediasi independen, peningkatan transparansi informasi produk perbankan dan edukasi bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan program-program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan.
:: Tahapan Program Peningkatan Perlindungan Nasabah
No Kegiatan (Pilar VI) Periode Pelaksanaan
1 Menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah
a. Menetapkan persyaratan minimum mekanisme pengaduan nasabah 2004-2005
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ketentuan yang mengatur mekanisme pengaduan nasabah 2006-2010
2 Membentuk lembaga mediasi independen
- Memfasilitasi pendirian lembaga mediasi perbankan 2004-2008
3 Menyusun transparansi informasi produk
a. Memfasilitasi penyusunan standar minimum transparansi informasi produk bank 2004-2005
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ketentuan yang mengatur transparansi informasi produk 2006-2010
4 Mempromosikan edukasi untuk nasabah
a. Mendorong bank-bank untuk melakukan edukasi kepada nasabah mengenai produk-produk finansial Mulai 2004
b. Meningkatkan efektifitas kegiatan edukasi masyarakat mengenai perbankan syariah melalui Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) Mulai 2004
Kamis, 29 Oktober 2009
Replaying Order
PT. Jaya Abadi Electronic
Jln. Raya Merdeka no. 25
Your ref : OD/BS/22
Our ref : OS/AB/17
Mr. Andika Firmansyah
Purchase manager
PT The Gombal Keceng
Dear Mr. Andika :
Subject : Purchase Order No.199
We thank you for you order of 16 0ctober for :
50 units washing machines Sharp catalogue no. A 1135
50 units washing machines Denpoo catalogue no. B 250
50 units washing machines Electrolux catalogue no. Z 125
100 units vacuum cleaner Sharp catalogue no. T 225
50 units vacuum cleaner Sanyo catalogue no. V 1654
We enclose our pro-forma invoice as requested in your letter. The goods will be despatched by train on receipt of your banker’s transfer.
Sincerely Yours,
Mr. Green White
Marketing Manager
Minggu, 18 Oktober 2009
Seorang Wanita Menagis Tanpa Sebab
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".
Hiduplah untuk Hari ini dan Esok yang Lebih baik
Semakin besar “Mengapa” qta akan semakin besar energi yang mendorong qta untuk meraih sukses.
Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.
Qta bisa, jika qta berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa.
Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.
Untuk menjadi sukses, Qta harus memutuskan dengan tepat apa yang qta inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Qta.
Jika qta ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.
Sukses yang sudah qta alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi qta di masa yang akan datang.
Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal.
Jadi perkayalah diri qta baik dengan materi maupun dengan rohani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar qta, terutama yang lebih membutuhkan.
Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.
Untuk mencapai puncak, qta harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka qta akan mencapai puncak yang qta inginkan.
Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi qta, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi qta.
Jika kegagalan menghampiri qta bukan berarti qta harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi.
Sekali lagi,JANGAN CEPAT MENYERAH...
Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.
Qta telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini qta telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.
Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.
Setiap kegagalan yang qta buat adalah anak tangga qta menuju puncak, yaitu sukses.
Setiap kegagalan yang qta temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.
Sukses aLL...
Cinta & Matahari Pagi
Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi Terkadang ia juga Gerhana tetapi akan kembali juga kecerahannya.
Dia adalah santapan jiwa.
Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong.
Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.
Cintu adalah buta…
Dia tidak mengenal usia, paras rupa, kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.
Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan.
Jika cinta suci tidak datang dari pada semestinya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
Sayang tidak bermaksud cinta.
Suka tidak serasi dengan cinta.
Kagum tidak bererti cinta.
Bangga tidak semestinya cinta.
Cinta adalah CINTA .
Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali.
Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari.
Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Dan Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Yang Terbaik
berdoa & berusaha..
Bukankah kita punya
harapan, keyakinan & ikhtiar..
Sayang, ketika harapan itu tak hadir doa tak kunjung dikabulkan
kepuasan makin Sirna.
Janganlah berputus harapan,
Janganlah berputus doa & Jangan berputus ikhtiar.
Bukanlah yg terbaik Jikalau itu adalah sebatas Persepsi kita.
Yang terbaik adalah apa yg Allah berikan
kepada kita.
Karena
kita tidak tahu,,
karena . . . . .
Hanya Dia yang tahu & apa yang terbaik Buat Qta..
Aku BeLajar
Tidak selamanya Hidup ini indah..
Kadang Tuhan mengizinkan aku melalui Lembah derita,
Tetapi aku tahu bahwa Ia tidak Pernah meninggalkanku
Sebab itu aku akan selalu bergembira..
Aku sudah belajar,
bahwa Tidak semua yang kuharapkan akan menjadi Kenyataan
Kadang Tuhan
membelokkan rencanaku..
Tetapi aku tahu bahwa itu Lebih baik dari apa yang kurencanakan.
Terkadang Kenyataan tidak seindah dengan apa yg Qta inginkan.
Aku sudah belajar,
bahwa Pencobaan itu pasti datang didalam hidupku Dan Aku tidak mungkin
berkata "tidak Tuhan Aku tidak mau !"
Karena aku tahu Bahwa itu tidak melampaui kekuatanku.
Aku sudah belajar
bahwa Tidak Ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi
Karena semua rancanganNya indah bagiku Maka aku akan bersyukur
dan bergembira di dalam segala perkara..
Kucintai kau dengan caraku
ku cintai kau dengan Semerbak Wewangian Surga,
ku cintai kau dengan MeLawan Hasrat Hati,
ku cintai kau dengan Sekuat iman,
ku cintai kau dengan izin Allah...
SebotoL Minuman
Pijar Cintaku semakin redup Melenyapkan Gairah Hati untuk Hidup,
Hari hariku semakin Ribut.
Rona Pipiku semakin kusut,Karna Cintaku tak terpaut..
Sebotol Minuman Yg Kugenggam Menjadikan aku semakin Geram..
Hatiku semakin Lebam,Bagaikan Mawar yang tak pernah disiram,
Butiran pasir yg berbaur bersama deru Angin,Jatuh tersirat bersama Hujan yang dingin,
Buliran aLkohol dalam Lambungku Merengkuh akal sehat dan semakin menjauh..