Kamis, 06 Januari 2011

Program MYOB ACCOUNTING PLUS VERSI 13

Sampai sekarang aku bekerja sebagai administrasi ringan, pada waktu itu di bulan September 2007, aku benar-benar panik, dikarenakan di perusahaan tempat aku bekerja belum ada pembukuan sama sekali, sedangkan perusahaan harus membuat laporan untuk lapor pajak tahunan tahun 2007.

Asli, aku bingung sama sekali, setengah mati aku panik, pikirku bagaimana aku dapat menyusun laporan keuangan dari awal tahun sampai akhir tahun sedangkan data-data dan bukti dari bulan Januari 2007 aku tidak tahu keberadaannya, jangankan laporan keuangan seperti laporan penjualan, pembelian, laporan Bank, uang masuk dan keluar, laporan rugi laba, dapat aku buat, laporan kas aku bingung setengah mati.

Usut-usut kebingunganku, akhirnya kutemukan buku program akutansi di toko buku Gramedia, yang mana didalam buku tersebut mengatakan laporan keuangan semudah mengklik maouse, wah .... asli mataku langsung terbelalak, melotot tanpa kedip..... mungkinkah ini juru selamatku.... ha ... ha.... ha

Aku menemukan program Myob Accounting Plus Versi 13 yang mana program tersebut merupakan aplikasi akutansi terpadu yang memadukan beberapa modul, dengan fasilitas lengkap, fleksibel dan mudah menggunakan sehingga menghasilkan laporan keuangan dengan cepat dan akurat.

Tidak perlu khursus deh untuk mempelajari Myob, buku karangan Ali Mahmudi, dimana buku tersebut menyajikan dengan rapih dan tersusun sehingga kita yang orang awam dapat dengan cepat menyerap dan mengerti mempelajari Myob Accounting Plus Versi 13.

Aku secara pelan-pelan mengikuti langkah-langkah penyusunan laporan akutansi dengan menggunakan Myob Accounting Plus Versi 13 karangan Ali Mahmudi dan sampai akhirnya aku dapat menyusun laporan keuangan dengan cepat tanpa buku panduan, sehingga pekerjaanku tak terbengkalai.

Mempelajari buku karangan Ali mahmudi dengan bukunya yang berjudul "Laporan Keuangan semudah mengklik Mouse Myob Accounting Plus Versi 13 tidak memakan waktu berbulan-bulan. dan kita akan tenang karena setiap bulan laporan keuangan kita akan rapi dan tentunya mudah menyusun laporan keuangan untuk pajak

Lebih lanjut tentang: Program MYOB ACCOUNTING PLUS VERSI 13

Sejarah Akuntansi

Akuntansi merupakan suatu teknik pencatatan dalam suatu perusahaan. Pada zama Roamwi Kuno dan Mesir telah dikenal pencatatan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh kerajaan. Pada saat orang-orang melakukan perdagangan maupun melaksanakan perjalanan ke luar daerah, mereka mengdakan pencatatan mengenai jumlah harta yang mereka bawa saat bepergian maupun yang mereka bawa saat pulang. Catatan semacam ini biasanya kita temukan pada kulit kayu maupun daun lontar atau sarana lain yang dapat digunakan.

Pada tahun 1494(abad ke 15) seorang ahli matematika dari Italia bernama Lucas Paciolo memulai sejarah pencatatan yang lebih sistematis dan teratur. Gagasan pencatatan yang sistematis dan teratur ini tertuang dalam buku yang berjudul “Summa de Arithmatica Proportioni et Proportionalita”. Di dalam buku ini ia selalu mencatat bahwa ada dua sisi atau lebih yang dipengaruhi oleh suatu trasaksi. Satu sisi disebut debit dan satu sisi lain disebut kredit. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Latin debere dan credere yang artinya masaing-masing berutang dan percaya/mempercayai. Karena gagasannya tersebut kemudian Lucas Paciolo diangkat sebagai bapak Akuntansi.
Dengan buku tersebut akhirnya para ahli mengembangkan idenya sehingga lahirlah tata buku (bookkeeping) dan ini berkembang dengan pesat di daratan Eropa dan akhirnya disebut dengan system Kontinental. Tata buku pada awalnya hanya satu yaitu tata buku tunggal, karena kebutuhan yang makin kompleks maka lahirlah tata buku berpasangan. Tata buku berpasangan ini tidak hanya berkembang di Eropa tapi sampai di Amerika. Perkembangan system Amerika tersebut dikatakan sebagai system Anglo Saxon yang sering kita sebut dengan acconting atau akuntansi.

Akuntansi

Beberapa orang mengakui bahwa akuntansi adalah bahasa bisnis. Tetapi apa sebenarnya akuntansi itu? Seberapa pentingnya akuntansi terhadap bisnis? Di dalam situs yang singkat ini, kami mencoba untuk mengulas beberapa informasi yang mungkin dapat berguna bagi anda.

Akuntansi sendiri adalah merupakan suatu proses yang mengidentifikasi data keuangan, pencatatan, dan sebagai hasil akhirnya, laporan keuangan. Ada sedikit perbedaan antara akuntansi dan pembukuan. Pembukuan adalah sebenarnya bagian dari akuntansi yaitu proses pencatatannya saja. Sedangkan akuntansi mencakup juga identifikasi dan komunikasi.

Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi. Termasuk didalamnya adalah
laporan rugi/laba, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas (lihat contoh). Rugi/laba digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kinerja keuangan perusahaan, sedangkan neraca mengidentifikasi posisi keuangan perusahaan. Posisi keuangan dalam hal ini adalah posisi harta, hutang, dan modal. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak tertentu yang menyangkut posisi, kinerja, dan perubahan posisi keuangan sehingga bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi/bisnis.

Indonesia, seperti banyak negara lain, perekonomiannya didominasi oleh perusahaan menengah dan kecil yang masih belum terlalu menyadari sepenuhnya kegunaan akuntansi. Secara garis besar, sebuah toko dapat menentukan keadaan keuangannya. Jika menguntungkan, stok barang akan bertambah banyak dan sebaliknya. Tetapi jika ada yang bertanya berapa keuntungan sebenarnya, mereka tidak dapat mengetahuinya.

Keadaan seperti ini banyak sekali dijumpai di mana-mana, tidak hanya di Indonesia. Jika
memang ada diterapkan suatu sistem akuntansi, biasanya hanyalah untuk sebuah formalitas.
Sebenarnya, apakah bisnis semacam ini membutuhkan akuntansi? Jawabannya sebenarnya
adalah tidak selalu. Tergantung dari cost dan benefitnya. Secara garis besar, kegunaan akuntansi adalah:

pemilik dapat melihat keuntungan perusahaan secara pasti
pengontrolan biaya yang lebih mudah
pemantauan aset-aset perusahaan
likwiditas dan solvabilitas yang pasti
prediksi keuangan

CV

To Bogor, 24 September 2010
Yth. Manager HRD
PT. Dream Sentosa Indonesia
In
Falkirk

The undersigned below:
Name: Andie FIRMANSYAH
Gender: Male
Place / date. Born: Jakarta, 8 October 1988
Education: High School (IPA)
Status: Not Marriage
Address: Housing BTN Pondok Bambu Kuning
Block B-2 No. 9, Bogor Bojonggede 16 230 Mobile: 08561741234


With this I request to Mr / Ms, for willingly would I be accepted at the company that Mr / Mrs lead.
For your consideration Mr / Mrs, I enclose herewith:

 Copy of Identity Card (KTP)
 A copy of diploma elementary, junior high and high school
 Curriculum Vitae
 Copy of Certificate of Police Notes (SKCK)
 Copy of Health Certificate of Doctor
 Copy of Certificate Computers
 Photograph 4x6 (2 sheets)

So I relayed this request, for your attention and consideration of Mr / Mrs advance I thank you.

I Sincerely,



Andi Firman


LIVING HISTORY LIST


The undersigned below:
Full Name: Andie FIRMANSYAH
Gender: Male
Place / date. Born: Jakarta, 8 October 1988
Education: High School (IPA)
Status: Not Marriage
Address: Housing BTN Pondok Bambu Kuning
Block B-2 No. 9, Bogor Bojonggede 16 230 Mobile: 08561741234

Explain with real:

I. FORMAL EDUCATION
1. Graduates of public elementary school in 2001 Rawamangun, 2000
2. High School Graduates First State 44 Jakarta, in 2003
3. High school graduate Muhammadiyah Jakarta, in 2006

II. COURSES (EDUCATION NON FORMAL)
Ms.  Computer Course. Office (Windows, Word & Excel), in 2005

So this curriculum vitae, is made with truth.








Bogor, 24 September 2010

What makes,




Andi Firmansyah

Kamis, 23 September 2010

CV

Kepada Bogor, 24 September 2010
Yth. Manager HRD
PT. Dream Sentosa Indonesia
Di
Karawang

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234


Dengan ini Saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar sudi kiranya Saya dapat diterima pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan:

 Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
 Foto copy Ijazah SD, SMP dan SMA
 Daftar Riwayat Hidup
 Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
 Foto copy Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
 Foto copy Sertifikat Komputer
 Pas foto 4x6 (2 lembar)

Demikian permohonan ini Saya sampaikan, atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu terlebih dahulu Saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,



Andika Firmansyah


DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Lengkap : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234

Menerangkan dengan sesungguhnya:

I. PENDIDIKAN FORMAL
1. Tamatan Sekolah Dasar Negeri 01 Rawamangun, tahun 2000
2. Tamatan Sekolah Menengah Pertama Negeri 44 Jakarta, tahun 2003
3. Tamatan Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Jakarta, tahun 2006

II. KURSUS (PENDIDIKAN NON FORMAL)
 Kursus Komputer Ms. Office (Windows, Word & Excel), pada tahun 2005

Demikian daftar riwayat hidup ini, di buat dengan sebenar-benarnya.








Bogor, 24 September 2010

Yang membuat,




Andika Firmansyah




Kepada Bogor,
Yth. Manager HRD

Di
Karawang

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ANDIKA FIRMANSYAH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Jakarta, 8 Oktober 1988
Pendidikan : SMA (IPA)
Status : Belum Nikah
Alamat : Perumahan BTN Pondok Bambu Kuning
Blok B-2 No. 9, Bojonggede Bogor 16230 HP: 08561741234


Dengan ini Saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar sudi kiranya Saya dapat diterima pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan:

 Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
 Foto copy Ijazah terakhir
 Daftar Riwayat Hidup
 Foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
 Foto copy Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
 Foto copy Sertifikat Komputer
 Pas foto 4x6 (2 lembar)

Demikian permohonan ini Saya sampaikan, atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu terlebih dahulu Saya ucapkan terima kasih.


Hormat Saya,



Andika Firmansyah

Rabu, 07 April 2010

METODE PENELITIAN SEJARAHa (METODE SEJARAH)

I. PENDAHULUAN

Metode penelitian sejarah adalah metode atau cara yang digunakan
sebagai pedoman dalam melakukan penelitian peristiwa sejarah dan
permasalahannya. Dengan kata lain, metode penelitian sejarah adalah
instrumen untuk merekonstruksi peristiwa sejarah (history as past actuality)
menjadi sejarah sebagai kisah (history as written). Dalam ruang lingkup Ilmu
Sejarah, metode penelitian itu disebut metode sejarah.
Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian, pada prinsipnya
bertujuan untuk menjawab enam pertanyaan (5 W dan 1 H) yang merupakan
elemen dasar penulisan sejarah, yaitu what (apa), when (kapan), where
(dimana), who (siapa), why (mengapa), dan how (bagaimana). Pertanyaan-
pertanyaan itu konkretnya adalah: Apa (peristiwa apa) yang terjadi? Kapan
terjadinya? Di mana terjadinya? Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?
Mengapa peristiwa itu terjadi? Bagaimana proses terjadinya peristiwa itu?
a Materi penyuluhan dalam "Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan;
Penulisan Karya Ilmiah dan Perekaman Data" tanggal 12-14 Februari 2008 yang
diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Badan Pengembangan
Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, kerjasama
dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung.

Dalam proses penulisan sejarah sebagai kisah, pertanyaan-pertanyaan
dasar itu dikembangkan sesuai dengan permasalahan yang perlu diungkap dan
dibahas. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah yang harus menjadi
sasaran penelitian sejarah, karena penulisan sejarah dituntut untuk
menghasilkan eksplanasi (kejelasan) mengenai signifikansi (arti penting) dan
makna peristiwa.

II. PROSES PENELITIAN SEJARAH
2.1 Pemilihan Topik Penelitian

Suatu penelitian ilmiah tentu berawal dari pemilihan topik yang akan
diteliti. Dalam bidang sejarah, topik penelitian harus memenuhi beberapa
persyaratan.
a) Topik itu harus menarik (interesting topic), dalam arti menarik sebagai
obyek penelitian. Dalam hal ini termasuk adanya keunikan (uniqueness
topic).
b) Substansi masalah dalam topik harus memiliki arti penting (significant
topic), baik bagi ilmu pengetahuan maupun bagi kegunaan tertentu.
c) Masalah yang tercakup dalam topik memungkinkan untuk diteliti
(manageable topic). Persyaratan ini berkaitan dengan sumber, yaitu
sumber-sumbernya dapat diperoleh.
Meskipun topik sangat menarik dan memiliki arti penting, namun bila
sumber-sumbernya, khususnya sumber utama tidak diperoleh, masalah dalam
topik tidak akan dapat diteliti. Oleh karena itu calon peneliti harus memiliki
wawasan luas mengenai sumber, khususnya sumber tertulis.
2.2 Studi Pendahuluan
Setelah topik penelitian ditentukan, segera lakukan studi pendahuluan.
Cari sumber-sumber acuan utama, yaitu sumber-sumber yang diduga memuat
data atau informasi yang relevan dengan topik penelitian. Dengan menelaah
sumber-sumber acuan utama secara efektif, peneliti akan dapat memahami
ruang lingkung penelitian, baik ruang lingkup masalah maupun ruang lingkup
temporal (waktu) dan spasial (tempat/wilayah) obyek penelitian.
Ruang lingkup penelitian itu kemudian dituangkan dalam rencana
kerangka tulisan (laporan penelitian). Sementara itu, telaah pula
bibliografi/daftar pustaka pada setiap sumber acuan utama yang berupa buku
ilmiah. Hal itu dimaksudkan untuk mendapat tambahan informasi sumber-
sumber yang diduga memuat data tentang masalah yang akan diteliti. Catat
identitas sumber-sumber itu menjadi bibliografi kerja.

2.3 Implementasi Penelitian
Penelitian sejarah yang pada dasarnya adalah penelitian terhadap
sumber-sumber sejarah, merupakan implementasi dari tahapan kegiatan yang
tercakup dalam metode sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiografi. Tahapan kegiatan yang disebut terakhir sebenarnya bukan
kegiatan penelitian, melainkan kegiatan penulisan sejarah (penulisan hasil
penelitian).

2.3.1 Heuristik
Heuristik adalah kegiatan mencari dan menemukan sumber yang
diperlukan. Berhasil-tidaknya pencarian sumber, pada dasarnya tergantung dari
wawasan peneliti mengenai sumber yang diperlukan dan keterampilan teknis

penelusuran sumber. Berdasarkan bentuk penyajiannya, sumber-sumber sejarah
terdiri atas arsip, dokumen, buku, majalah/jurnal, surat kabar, dan lain-lain.
Berdasarkan sifatnya, sumber sejarah terdiri atas sumber primer dan sumber
sekunder. Sumber primer adalah sumber yang waktu pembuatannya tidak jauh
dari waktu peristiwa terjadi. Sumber sekunder adalah sumber yang waktu
pembuatannya jauh dari waktu terjadinya peristiwa. Peneliti harus mengetahui
benar, mana sumber primer dan mana sumber sekunder. Dalam pencarian
sumber sejarah, sumber primer harus ditemukan, karena penulisan sejarah
ilmiah tidak ukup hanya menggunakan sumber sekunder.

Agar pencarian sumber berlangsung secara efektif, dua unsur
penunjang heuristik harus diperhatikan.
a) Pencarian sumber harus berpedoman pada bibliografi kerja dan kerangka
tulisan. Dengan memperhatikan permasalahan-permasalahan yang tersirat
dalam kerangka tulisan (bab dan subbab), peneliti akan mengetahui sumber-
sumber yang belum ditemukan.
b) Dalam mencari sumber di perpustakaan, peneliti wajib memahami sistem
katalog perpustakaan yang bersangkutan.

2.3.2 Kritik Sumber
Sumber untuk penulisan sejarah ilmiah bukan sembarang sumber, tetapi
sumber-sumber itu terlebih dahulu harus dinilai melalui kritik ekstern dan
kritik intern. Kritik ekstern menilai, apakah sumber itu benar-benar sumber
yang diperlukan? Apakah sumber itu asli, turunan, atau palsu? Dengan kata
lain, kritik ekstern menilai keakuratan sumber. Kritik intern menilai kredibilitas
data dalam sumber.
Tujuan utama kritik sumber adalah untuk menyeleksi data, sehingga
diperoleh fakta. Setiap data sebaiknya dicatat dalam lembaran lepas (sistem
kartu), agar memudahkan pengklasifikasiannya berdasarkan kerangka tulisan.

2.3.3 Interpretasi
Setelah fakta untuk mengungkap dan membahas masalah yang diteliti
cukup memadai, kemudian dilakukan interpretasi, yaitu penafsiran akan makna
fakta dan hubungan antara satu fakta dengan fakta lain. Penafsiran atas fakta
harus dilandasi oleh sikap obyektif. Kalaupun dalam hal tertentu bersikap
subyektif, harus subyektif rasional, jangan subyektif emosional. Rekonstruksi
peristiwa sejarah harus menghasilkan sejarah yang benar atau mendekati
kebenaran.

2.3.4 Historiografi
Kegiatan terakhir dari penelitian sejarah (metode sejarah) adalah
merangkaikan fakta berikut maknanya secara kronologis/diakronis dan
sistematis, menjadi tulisan sejarah sebagai kisah. Kedua sifat uraian itu harus
benar-benar tampak, karena kedua hal itu merupakan bagian dari ciri karya
sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu.

kedua hal tersebut, penulisan sejarah, khususnya sejarah yang
bersifat ilmiah, juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan karya
ilmiah umumnya.
a) Bahasa yang digunakan harus bahasa yang baik dan benar menurut kaidah
bahasa yang bersangkutan. Kaya ilmiah dituntut untuk menggunakan
kalimat efektif.
b) Merperhatikan konsistensi, antara lain dalam penempatan tanda baca,
penggunaan istilah, dan penujukan sumber.
c) Istilah dan kata-kata tertentu harus digunakan sesuai dengan konteks
permasalahannya.
d) Format penulisan harus sesuai dengan kaidah atau pedoman yang berlaku,
termasuk format penulisan bibliografi/daftar pustaka/daftar sumber.
Kaidah-kaidah tersebut harus benar-benar dipahami dan diterapkan,
karena kualitas karya ilmiah bukan hanya terletak pada masalah yang dibahas,
tetapi ditunjukkan pula oleh format penyajiannya.


















III. PENUTUP

Penelitian sejarah harus dilandasi atau berpedoman pada kaidah-kaidah
metode sejarah. Jika tidak, penelitian itu hanya akan menghasilkan tulisan
sejarah semi ilmiah atau bahkan sejarah populer. Oleh karena itu calon peneliti
sejarah harus memahami kaidah-kaidah metode sejarah dan mampu
mengimplementasikannya, agar penelitian itu menghasilkan karya sejarah
ilmiah.
Penulisan sejarah ilmiah dituntut untuk menghasilkan eksplanasi
mengenai permasalahan yang dibahas. Eksplanasi itu diperoleh melalui
analisis. Untuk mempertajam analisis, dalam proses penulisan sejarah, aplikasi
metode dan teori sejarah perlu ditunjang oleh teori dan/atau konsep ilmu-ilmu
sosial yang relevan (sosiologi, antropologi, ekonomi, politik, dll.). Dengan kata
lain, penulisan sejarah yang dituntut memberikan eksplanasi mengenai masalah
yang dibahas, perlu dilakukan secara interdisipliner dengan menggunakan
pendekatan multidimensional (multidimensional approach). Hal itu sesuai
dengan ciri-ciri dan karakteristik sejarah sebagai ilmu.
Oleh karena itu, penelitian sejarah dan hasilnya dapat membantu
penelitian dan pengembangan kebudayaan. Sejarah mengkaji aspek-aspek
kehidupan manusia di masa lampau, termasuk kebudayaan.
Bandung, 11 Februari 2008
































SUMBER ACUAN

Amirin, Tatang M. 1995.
Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Arikunto, Suharsimi. 1983.
Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.
Basri MS. 2006.
Metodologi Penelitian Sejarah (Pendekatan, Teori dan Praktik).
Jakarta: Restu Agung.
Committee on Historigraphy. c. 1954.
The Social Sciences in Historical Study. New York: Social Science
Research Council.
Gardiner, Patrick. 1961.
The Nature of Historical Explanation. London: Oxford University
Press.
Gottschalk, Louis. 1985.
Mengerti Sejarah. Cet. 4. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI
Press.
Hardjasaputra, A. Sobana dan Nina Herlina Lubis. 1999.
Pedoman Penulisan dan Evaluasi Skripsi. Jatinangor: Program Studi
Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Hardjasaputra, A. Sobana. 2004.
Penelitian dan Penulisan Sejarah; Materi Kuliah. Jatinangor: Jurusan
Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Unpad.
Jay, Ros. 2000.
Menulis Proposal & Laporan. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
Kartodirdjo, Sartono. 1982.
Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia; Suatu
Alternatif. Jakarta: Gramedia.
--------. 1993.
Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Komaruddin. 1974.
Metode Penulisan Skripsi dan Tesis. Bandung: Angkasa.
Kuntowijoyo. 2001
Pengantar Ilmu Sejarah. Cet. ke-4.Yogyakarta: Yayasan Bentang
Budaya.
Notosusanto, Nugroho. 1978.
Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer (Suatu Pengalaman).
Jakarta: Yayasan Idayu.
Sastrohoetomo, Ali. 1977.
Karangan Ilmiah; Suatu Penuntun Menulis Laporan dan Skripsi.
Jakarta: Pradnya Paramita.
Kent, Sherman. 1967.
Writing History. 2nd edition. New York: Appleton-Century-Crofts.
Komaruddin. 1974.
Metode Penulisan Skripsi dan Tesis. Bandung: Angkasa.
Kuntowijoyo. 1995.
Pengantar Ilmu Sejarah. Yoyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Renier, G.J. 1997.
Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Terj. Muin Umar. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar. (Judul asli: History its Purpose and Method).
Tan, Mely G. 1977.
“Masalah Perencanaan Penelitian” dalam Koentjaraningrat ed.).
Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia : 24-60.
Thomson, David. 1974.
The Aims of History; Values of the Historical Attitude. London: Thames
and Hudson.
Winardi. 1982.
Pengantar Metodologi Research. Bandung: Alumni.














































KATA PENGANTAR

Tulisan ini dimaksudkan sebagai materi penyuluhan dalam acara
“Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan; Penulisan Karya
Ilmiah dan Perekaman Data”, sesuai dengan permintaan panitia penyelenggara
acara tersebut. Penelitian kebudayaan memang perlu ditunjang oleh metode
penelitian sejarah, karena kebudayaan merupakan bagian dari sejarah.
Berbicara mengenai Metode Penelitian Sejarah sesungguhnya
memerlukan waktu cukup memadai. Akan tetapi, karena waktu yang tersedia
sangat pendek, maka dalam acara tersebut penjelasan mengenai Metode
Penelitian Sejarah hanya diuraikan secara garis besar. Namun demikian,
mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi para peserta workshop khususnya
dan pembaca pada umumnya.
Bandung, Februari 2008
Penulis






































DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
ii
I. PENDAHULUAN
1
II. PROSES PENELITIAN SEJARAH
2.1 Pemilihan Topik Penelitian
3
2.2 Studi Pendahuluan
3
2.3 Implementasi Penelitian
4
2.3.1 Heuristik
5
2.3.2 Kritik Sumber
6
2.3.3 Interpretasi
6
2.3.4 Historiografi
7
III. PENUTUP
8
SUMBER ACUAN

Rabu, 18 November 2009

ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA

ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA
Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun 1998, maka Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2004 telah meluncurkan API sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan Indonesia ke depan. Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003, dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.
Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API. Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta pengembangan UMKM.





“PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PENGATURAN PERBANKAN”
"Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan serta memenuhi standar pengaturan yang mengacu pada international best practices. Program tersebut dapat dicapai dengan penyempurnaan proses penyusunan kebijakan perbankan serta penerapan 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan Bank Indonesia telah sejajar dengan negara-negara lain dalam penerapan international best practices termasuk 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision. Dari sisi proses penyusunan kebijakan perbankan diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan Bank Indonesia telah memiliki sistem penyusunan kebijakan perbankan yang efektif yang telah melibatkan pihak-pihak terkait dalam proses penyusunannya.


:: Tahapan Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan
No Kegiatan (Pilar II) Periode Pelaksanaan
1. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankan
a. Melibatkan pihak III dalam setiap pembuatan kebijakan perbankan 2004
b. Membentuk panel ahli perbankan 2004
c. Memfasilitasi pembentukan lembaga riset perbankan di daerah tertentu maupun pusat 2006
2. Implementasi secara bertahap international best practices
a. 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision 2004-2013
b. Basel II Mulai 2008
c. Islamic Financial Service Board (IFSB) bagi bank syariah 2005-2011









“PROGRAM PENINGKATAN FUNGSI PENGAWASAN”
"Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan independensi dan efektivitas pengawasan perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hal ini dicapai dengan peningkatkan kompetensi pemeriksa bank, peningkatan koordinasi antar lembaga pengawas, pengembangan pengawasan berbasis risiko, peningkatkan efektivitas enforcement, dan konsolidasi organisasi sektor perbankan di Bank Indonesia. Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas di negara lain.

:: Tahapan Program Peningkatan Fungsi Pengawasan
No Kegiatan (Pilar III) Periode Pelaksanaan
1 Meningkatkan koordinasi dengan lembaga pengawas lain
a. Membuat MoU dengan lembaga pengawas lembaga keuangan lain dalam rangka peningkatan efektifitas pelaksanaan pengawasan bank dan pemantauan SSK. 2004-2006
2 Melakukan reorganisasi sector perbankan di Bank Indonesia
a. Menyempurnakan High Level Organization Structure (HLOS) Sektor Perbankan Bank Indonesia 2004-2006
b. Mengkonsolidasikan satker pengawasan dan pemeriksaan termasuk
pembentukan Pooling Spesialist 2004-2006
c. Mengkonsolidasikan Direktorat Pengawasan BPR dan Biro Kredit di Bank
Indonesia termasuk mengalihkan fungsi:
• Penelitian dan pengembangan UMKM dari Biro Kredit ke Unit Khusus Pengelolaan Aset
• Pemeriksaan kredit dari Biro Kredit ke Direktorat Pengawasan Bank Umum 2006-2007
d. Menyempurnakan organisasi Direktorat Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat (DPBPR) untuk mengakomodasi pengalihan fungsi penjaminan BPR ke Lembaga Penjamin Simpanan serta pemindahan fungsi perizinan BPR baru dan fungsi penelitian dan pengaturan ke satuan kerja lain di Bank Indonesia 2005-2006
e. Menyempurnakan organisasi Direktorat Perbankan Syariah 2005-2006
3 Menyempurnakan Infrastruktur Pendukung Pengawasan Bank
a. Meningkatkan kompetensi pengawas bank umum dan BPR baik konvensional maupun syariah antara lain melalui program sertifikasi dan attachment di lembaga pengawas internasional 2004-2005
b. Penyiapan SDM Pengawas Spesialis 2006-2007
c. Menyempurnakan IT pengawasan bank 2005-2006
d. Menyempurnakan sistem pelaporan BPR 2005-2007
e. Menyempurnakan manajemen dokumen pengawasan bank 2005-2006
4 Menyempurnakan implementasi sistem pengawasan berbasis risiko
Menyempurnakan pedoman dan alat bantu pengawasan dalam mendukung implementasi pengawasan berbasis risiko bank umum konvensional dan syariah 2004-2005
5 Meningkatkan efektivitas enforcement
a. Menyempurnakan proses investigasi kejahatan perbankan 2004-2005
b. Meningkatkan transparansi pengawasan dalam mendukung efektifitas enforcement 2006
c. Meningkatkan perlindungan hukum bagi pengawas bank 2006


















PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN DAN OPERASIONAL PERBANKAN
"Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional"
Program ini bertujuan untuk meningkatkan good corporate governance (GCG), kualitas manajemen resiko dan kemampuan operasional manajemen. Semakin tingginya standar GCG dengan didukung oleh kemampuan operasional (termasuk manajemen risiko) yang handal diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perbankan. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan kondisi internal perbankan nasional menjadi semakin kuat.

:: Tahapan Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan
No Kegiatan (Pilar IV) Periode Pelaksanaan
1 Meningkatkan Good Corporate Governance
a. Menetapkan minimum standar GCG untuk bank umum konvensional dan syariah 2004-2007
b. Mewajibkan bank untuk melakukan self-assessment pelaksanaan GCG 2007
c. Mendorong bank-bank untuk go public 2004-2007
2 Meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan
a. Mempersyaratkan sertifikasi manajer risiko bank umum konvensional dan syariah 2004-2007
b. Meningkatkan kualitas dan standar SDM BPR dan BPRS antara lain melalui program sertifikasi profesional bagi pengurus BPR dan BPRS 2005-2008
3 Meningkatkan kemampuan operasional bank
a. Mendorong bank-bank untuk melakukan sharing penggunaan fasilitas operasional guna menekan biaya 2006-2008
b. Memfasilitasi kebutuhan pendidikan dalam rangka peningkatan operasional bank 2006-2008








“PROGRAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PERBANKAN”
"Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat"
Program ini bertujuan untuk mengembangkan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti credit bureau, lembaga pemeringkat kredit domestik, dan pengembangan skim penjaminan kredit. Pengembangan credit bureau akan membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya. Penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam publicly-traded debt yang dimiliki bank akan meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen keuangan perbankan. Sedangkan pengembangan skim penjaminan kredit akan meningkatkan akses kredit bagi masyarakat. Dalam waktu tiga tahun ke depan diharapkan telah tersedia infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi.

:: Tahapan Program Pengembangan Infrastruktur Perbankan
No. Kegiatan (Pilar V) Periode Pelaksanaan
1. Mengembangkan Credit Bureau
a. Melakukan inisiatif pembentukan credit bureau
b. Mengembangkan Sistem Informasi Debitur untuk Lembaga Keuangan Non Bank 2004-2005
2006-2008
2. Mendorong pengembangan pasar keuangan syariah (Islamic Financial Market)
a. Menyusun dan menyempurnakan peraturan pasar keuangan syariah
b. Menyusun peraturan yang berkaitan dengan instrument pasar keuangan syariah 2006-2010
3. Peningkatan peran lembaga fatwa syariah dan lembaga arbitrase syariah sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan bank syariah terhadap prinsip-prinsip syariah 2004-2010




“PROGRAM PENINGKATAN PERLINDUNGAN NASABAH”
"Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan"
Program ini bertujuan untuk memberdayakan nasabah melalui penetapan standar penyusunan mekanisme pengaduan nasabah, pendirian lembaga mediasi independen, peningkatan transparansi informasi produk perbankan dan edukasi bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan program-program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan.

:: Tahapan Program Peningkatan Perlindungan Nasabah
No Kegiatan (Pilar VI) Periode Pelaksanaan
1 Menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah
a. Menetapkan persyaratan minimum mekanisme pengaduan nasabah 2004-2005
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ketentuan yang mengatur mekanisme pengaduan nasabah 2006-2010
2 Membentuk lembaga mediasi independen
- Memfasilitasi pendirian lembaga mediasi perbankan 2004-2008
3 Menyusun transparansi informasi produk
a. Memfasilitasi penyusunan standar minimum transparansi informasi produk bank 2004-2005
b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ketentuan yang mengatur transparansi informasi produk 2006-2010
4 Mempromosikan edukasi untuk nasabah
a. Mendorong bank-bank untuk melakukan edukasi kepada nasabah mengenai produk-produk finansial Mulai 2004
b. Meningkatkan efektifitas kegiatan edukasi masyarakat mengenai perbankan syariah melalui Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) Mulai 2004